Selasa, 08 Oktober 2013



 Itanium adalah mikroprosesor high end server yang dikembangkan oleh Intel untuk bersaing di pasar high performance computing (HPC). Xeon juga mikroprosesor lain dari Intel namun hal ini terutama ditujukan untuk mid level server. Meskipun digunakan untuk tujuan yang sama, desain keduanya sangat berbeda. Xeon adalah hanya versi modifikasi dari mikroprosesor Intel sangat stabil. Xeon menggunakan x86 arsitektur yang sama tetapi dengan beberapa perubahan yang meningkatkan kinerjanya. Itanium merupakan mikroprosesor yang didesain berbeda dari arsitektur x64, bukan modifikasi dari mikroprosesor lain. Itanium sering disebut sekarang sebagai IA-64.
Prosesor ini benar-benar baru (bukan penerus prosesor Intel x86), karena memang Intel mendesain prosesor ini dengan bantuan Hewlett-Packard. Arsitektur yang digunakan adalah arsitektur gabungan dari dua prosesor dengan arsitektur RISC, yakni HP PA/RISC dan Intel 860 yang kurang laku di pasaran.
Secara umum, fitur-fitur yang diusung oleh prosesor Intel Itanium adalah sebagai berikut:
·         Prosesor 64-bit murni. Meskipun demikian, ia dapat melakukan eksekusi terhadap kode 32-bit Intel x86 melalui teknologi yang disebut dengan IA-32 Execution Layer (IA-32 EL), meski kinerjanya kurang mengesankan.
·         Mampu mengakses memori fisik hingga 16 Terabyte (menggunakan 44-bit address bus)
·         Teknologi EPIC (Explicitly Parallel Instruction Computing), yang memungkinkan prosesor Itanium dapat melakukan 20 operasi tiap siklusnya
·         Dua buah unit integer, dan dua buah unit memori yang dapat mengeksekusi hingga empat instruksi tiap detak
·         Dua buah unit floating-point, yang dalam Itanium disebut sebagai FMAC (Floating-Point Multiply Accumulate) yang mampu menangani hingga 82 operand, dan mampu melakukan eksekusi dua operasi tiap detak.
·         Dua tambahan unit MMX yang masing-masing mampu melakukan dua operasi floating-point. Selain itu unit ini juga mampu melakukan eksekusi terhadap delapan operasi floating-point presisi tunggal yang dapat dieksekusi tiap siklus.
·         Memiliki 128 register integer, 128 register floating point, 8 register pencabangan (branch register), serta 64 register predikasi (predication)











Intel Itanium Architecture or IA-64:
http://blog.ub.ac.id/prastise/files/2012/03/images.jpg
Intel ® 64 Architecture
Intel 64 arsitektur, disebut x64, bukan singkatan sebenarnya (phsysical) memori dan virtual (virtual) memori menangani lebih dari 4GB keduanya (alamat memori) karena kinerja diperbaiki dibandingkan x86 (kinerja) adalah bahwa hal itu memberikan. diterapkan x64 server, workstation, desktop, dan platform mobile, ditambah dengan perangkat lunak 64-bit untuk mengkonfigurasi lingkungan komputasi 64-bit, untuk Intel x64 (desktop) yang juga mendukung fitur-fitur berikut.

PROCESSOR I3 :
http://blog.ub.ac.id/prastise/files/2012/03/i3.jpg
Intel Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit) alias Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.
Tabel Jumlah Core, Thread & Turbo di Desktop & Mobile Processor







PROCESSOR I5 :
http://blog.ub.ac.id/prastise/files/2012/03/500x_p_intel_core_i5_rotate_badge.jpg
Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.
Intel juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang ditujukan untuk notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan membutuhkan daya yang terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.
Intel Core i5 sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan i3, ‘Lynnfield’ adalah kode namanya. Didatangkan dengan menggunakan teknologi turbo boost.
Processor i5 mempunyai 2 atau 4 core tergantung dari modelnya. Intel Core i5 juga mempunyai teknologi intel hyper threading sama seperti i3 dan i7. Juga memiliki Intel HD graphic yang memberikan prestasi visual yang menggagumkan untuk gambar lebih tajam, warna yang selaras. Terdapat juga tambahan Video Card.
Dengan kecanggihan yang ada pada i5, membuatnya bergerak lebih cepat dalam melakukan kerja, seperti bermain game dan mengedit foto. Processor i5 mampu melakukan kerja dengan serentak.
Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.
“Prosesor Core i5 boleh dibilang adalah tipikal prosesor yang sering digunakan dan ditemukan pada server tingkat menengah ke atas.






PROCESSOR I7 :
http://blog.ub.ac.id/prastise/files/2012/03/corei7_900ex.jpg

Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar untuk performa yang tinggi ini.
fitur yang terdapat didalam processor Core i7 :
1.     Turbo mode operation
Dengan fitur ini maka Processor akan mengaktifkan & membagi beban pengolahan data ke masing-masing Core jika diperlukan. Selama ini, pada aplikasi tertentu yang non-multithreading (seperti Game/grafis) maka processor Dual & Quad Core hanya mengaktifkan satu Core saja. Dengan fitur Turbo mode, maka seluruh Core akan diaktifkan agar beban processor dibagi rata dan pengolahan menjadi efisien.
*Analogi : pada supermarket, apabila antrian mulai memanjang maka pihak toko akan membuka beberapa kasir tambahan agar antrian menjadi lebih cepat ditangani secara bersamaan.
2.Intel Hyper-Threading Technology with 8 threads across 4 Cores
Jadi processor ini mengaktifkan kembali teknologi “Hyperthreading (HT)” yang dulu pernah digunakan oleh Pentium 4. Fitur HT ini akan digabungkan dengan teknologi Core, sehingga nantinya Processor i7 4 core akan terlihat memiliki 8 buah inti processor (4 core dengan 4 HT).
*Analogi : dengan fitur HT dalam Core ini maka seolah-olah kita membawa mobil di jalan tol dengan 8 jalur !
3. 8MB Intel Smart Cache
Fitur ini merupakan kapasitas L2 Cache Memory pada processor.
4. Integrated Memory Controller (IMC) with 3 channels of DDR3
Processor ini akan mengintegrasikan Memory Controller langsung didalam processor (*sebelumnya controller memory berada di chipset Motherboard/MCH). Dengan teknologi ini, maka delay waktu akses RAM dapat ditekan, dan membuat performa Processor meningkat signifikan. Teknologi ini juga akan menggunakan RAM DDR3.
5. Intel QuickPath interconnect (QPI) to the Intel® X58 Express Chipset
Penjelasan fitur ini sama dengan pada poin (4), dimana nantinya QPI akan menggantikan teknologi FSB (Front Side Bus) yang selama ini digunakan oleh Processor & Motherboard. Dengan QPI, maka transfer data dari Processor ke RAM akan jauh lebih cepat dan efisien.