Itanium
adalah mikroprosesor high end server yang dikembangkan oleh Intel untuk
bersaing di pasar high performance computing (HPC). Xeon juga mikroprosesor
lain dari Intel namun hal ini terutama ditujukan untuk mid level server.
Meskipun digunakan untuk tujuan yang sama, desain keduanya sangat berbeda. Xeon
adalah hanya versi modifikasi dari mikroprosesor Intel sangat stabil. Xeon menggunakan
x86 arsitektur yang sama tetapi dengan beberapa perubahan yang meningkatkan
kinerjanya. Itanium merupakan mikroprosesor yang didesain berbeda dari
arsitektur x64, bukan modifikasi dari mikroprosesor lain. Itanium sering
disebut sekarang sebagai IA-64.
Prosesor
ini benar-benar baru (bukan penerus prosesor Intel x86), karena memang Intel
mendesain prosesor ini dengan bantuan Hewlett-Packard. Arsitektur yang
digunakan adalah arsitektur gabungan dari dua prosesor dengan arsitektur RISC,
yakni HP PA/RISC dan Intel 860 yang kurang laku di pasaran.
Secara
umum, fitur-fitur yang diusung oleh prosesor Intel Itanium adalah sebagai
berikut:
·
Prosesor 64-bit murni.
Meskipun demikian, ia dapat melakukan eksekusi terhadap kode 32-bit Intel x86
melalui teknologi yang disebut dengan IA-32 Execution Layer (IA-32 EL), meski
kinerjanya kurang mengesankan.
·
Mampu mengakses memori
fisik hingga 16 Terabyte (menggunakan 44-bit address bus)
·
Teknologi EPIC
(Explicitly Parallel Instruction Computing), yang memungkinkan prosesor Itanium
dapat melakukan 20 operasi tiap siklusnya
·
Dua buah unit integer,
dan dua buah unit memori yang dapat mengeksekusi hingga empat instruksi tiap
detak
·
Dua buah unit
floating-point, yang dalam Itanium disebut sebagai FMAC (Floating-Point
Multiply Accumulate) yang mampu menangani hingga 82 operand, dan mampu
melakukan eksekusi dua operasi tiap detak.
·
Dua tambahan unit MMX
yang masing-masing mampu melakukan dua operasi floating-point. Selain itu unit
ini juga mampu melakukan eksekusi terhadap delapan operasi floating-point
presisi tunggal yang dapat dieksekusi tiap siklus.
·
Memiliki 128 register integer,
128 register floating point, 8 register pencabangan (branch register), serta 64
register predikasi (predication)
Intel Itanium
Architecture or IA-64:
Intel
64 arsitektur, disebut x64, bukan singkatan sebenarnya (phsysical) memori dan
virtual (virtual) memori menangani lebih dari 4GB keduanya (alamat memori)
karena kinerja diperbaiki dibandingkan x86 (kinerja) adalah bahwa hal itu
memberikan. diterapkan x64 server, workstation, desktop, dan platform mobile,
ditambah dengan perangkat lunak 64-bit untuk mengkonfigurasi lingkungan
komputasi 64-bit, untuk Intel x64 (desktop) yang juga mendukung fitur-fitur
berikut.
PROCESSOR I3 :
Intel
Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya yang lain.
Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit) alias
Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan
Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan manufaktur
hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory controller/graphics
menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.
Tabel
Jumlah Core, Thread & Turbo di Desktop & Mobile Processor
PROCESSOR I5 :
Kelebihan
Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor
(dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan
menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong
tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel
DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya
juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards
(3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama,
yaitu 8 MB L3 cache.
Intel
juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang ditujukan untuk
notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan membutuhkan daya yang
terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.
Intel
Core i5 sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan i3, ‘Lynnfield’ adalah kode
namanya. Didatangkan dengan menggunakan teknologi turbo boost.
Processor
i5 mempunyai 2 atau 4 core tergantung dari modelnya. Intel Core i5 juga mempunyai
teknologi intel hyper threading sama seperti i3 dan i7. Juga memiliki Intel HD
graphic yang memberikan prestasi visual yang menggagumkan untuk gambar lebih
tajam, warna yang selaras. Terdapat juga tambahan Video Card.
Dengan
kecanggihan yang ada pada i5, membuatnya bergerak lebih cepat dalam melakukan
kerja, seperti bermain game dan mengedit foto. Processor i5 mampu melakukan
kerja dengan serentak.
Kelebihan
Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti processor
(dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core i5 yang akan
menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat lowong
tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple Channel
DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya
juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards
(3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama,
yaitu 8 MB L3 cache.
“Prosesor
Core i5 boleh dibilang adalah tipikal prosesor yang sering digunakan dan
ditemukan pada server tingkat menengah ke atas.
PROCESSOR I7 :
Prosesor
notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di dalam
prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo
boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini
akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda membutuhkan
performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan desktop, ini
adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus.
Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta
performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar
untuk performa yang tinggi ini.
fitur yang terdapat
didalam processor Core i7 :
1.
Turbo mode operation
Dengan fitur ini maka
Processor akan mengaktifkan & membagi beban pengolahan data ke
masing-masing Core jika diperlukan. Selama ini, pada aplikasi tertentu yang
non-multithreading (seperti Game/grafis) maka processor Dual & Quad Core
hanya mengaktifkan satu Core saja. Dengan fitur Turbo mode, maka seluruh Core
akan diaktifkan agar beban processor dibagi rata dan pengolahan menjadi
efisien.
*Analogi : pada
supermarket, apabila antrian mulai memanjang maka pihak toko akan membuka
beberapa kasir tambahan agar antrian menjadi lebih cepat ditangani secara
bersamaan.
2.Intel Hyper-Threading Technology with 8
threads across 4 Cores
Jadi processor ini mengaktifkan kembali teknologi “Hyperthreading (HT)” yang dulu pernah digunakan oleh Pentium 4. Fitur HT ini akan digabungkan dengan teknologi Core, sehingga nantinya Processor i7 4 core akan terlihat memiliki 8 buah inti processor (4 core dengan 4 HT).
*Analogi : dengan fitur HT dalam Core ini maka seolah-olah kita membawa mobil di jalan tol dengan 8 jalur !
Jadi processor ini mengaktifkan kembali teknologi “Hyperthreading (HT)” yang dulu pernah digunakan oleh Pentium 4. Fitur HT ini akan digabungkan dengan teknologi Core, sehingga nantinya Processor i7 4 core akan terlihat memiliki 8 buah inti processor (4 core dengan 4 HT).
*Analogi : dengan fitur HT dalam Core ini maka seolah-olah kita membawa mobil di jalan tol dengan 8 jalur !
3. 8MB Intel Smart
Cache
Fitur ini merupakan kapasitas L2 Cache Memory pada processor.
4. Integrated Memory
Controller (IMC) with 3 channels of DDR3
Processor ini akan mengintegrasikan Memory Controller langsung
didalam processor (*sebelumnya controller memory berada di chipset
Motherboard/MCH). Dengan teknologi ini, maka delay waktu akses RAM dapat
ditekan, dan membuat performa Processor meningkat signifikan. Teknologi ini
juga akan menggunakan RAM DDR3.
5. Intel QuickPath
interconnect (QPI) to the Intel® X58 Express Chipset
Penjelasan fitur ini sama dengan pada poin (4), dimana nantinya
QPI akan menggantikan teknologi FSB (Front Side Bus) yang selama ini digunakan
oleh Processor & Motherboard. Dengan QPI, maka transfer data dari Processor
ke RAM akan jauh lebih cepat dan efisien.



